Catatan Yang Hilang dari Soe Hok Gie

Syaldi Sahude

Hidup dengan berbagai pertanyaan, itulah aku. Pernah menjadi kuli panggul di Tn. Abang membuatku tahu kehidupan buruh. Pernah menjadi bagian eksekutif muda yang membuatku muak. Akhirnya si botak memilih menjadi seorang Ronin di dunia masyarakat sipil...!

You may also like...

24 Responses

  1. spew-it-all says:

    Gie kalau tak salah mengulas pembantaian 65 dalam bukunya Di Simpang Kiri Jalan

  2. syaldi says:

    Wah, buku yang mana tuh?! Mungkin yang loe maksud buku “Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan”? Bukannya itu membahas tentang tokoh-tokoh kiri pada tahun 1926?

    Kalau ada yang mau baca Dibawah Lentera Merah silahkan di download di http://www.geocities.com/nurrachmi/budaya/lenteramerah.pdf

  3. Bukan.. bukan buku Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan. Tapi mengenai “Zaman Peralihan”. Itu berasal dari tulisan2 Soe Hok Gie di koran2 di masa itu dan memang baru diterbitkan lagi setelah film Gie muncul.

    Sayangnya, editornya bukan orang yang mengerti sejarah dan beberapa kali mengedit nama orang yang hasilnya menjadi salah, seperti HC Princen menjadi Haji Princen.

  4. syaldi says:

    Oh iya, Zaman Peralihan luput dari bacaanku. Terima kasih untuk diingatkan. Siap-siap untuk mencari bukunya…! Kalo boleh tahu, siapa yang menerbitkannya?Soalnya kalo terbitan bentang sampai sekarang agak susah ditemukan

  5. t0m says:

    Dimana sih mau cari buku-bukunya Gie yg lama-lama, apalagi tulisan-tulisannya di surat kabar dulu..tenkyu, film Gie ga bosen-bosen ditonton, aku sampe beli VCDnya juga 😀

  6. achille says:

    buku yang berjudul “Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan” membahas tentang pemberontakan Pki tahun 1948 yang merupakan skripsi Soe hok gie yang aslinya berjudul “Simpang Kiri dari Sebuah Jalan”. Sedangkan “Di Bawah Lentera Merah” membahas tentang riwayat Sarekat Islam Semarang hingga berubahj menjadi PKI pada tahun 1926. Dan buku yg berjudul “Zaman Peralihan” berisi kumpulan tulisan soe hok gie di surat kabar dan media lainnya.

  7. Herry Fahlan. A. M says:

    Sejak gw nonton film Gie.. gw benar-benar terinsfirasi dari ceritanya, gw sangat-sangat berterimakasih banyak kepada mas Riri Riza yang udah mengupas cerita tentang seorang Soe Hok Gie…
    dan film ini benar-benar mengubah hidup gw menjadi berwarna….
    karena Soe Hok Gie tipe gw banget…..
    kalau bisa filmnya di sempurnakan lagi karena, meninggalnya Soe Hok Gie di gunung semeru menimbulkan banyak tanda tanya….?
    ” Salam Rimba ”
    ” Persaudaraan Untuk Selama-lamanya ”

    MARISOL MOUNTAINEERING CLUB BEKASI

  8. fikry R.A says:

    soe adalah sosok demonstran yang tak akan pernah kita jumpai pada abad ini…
    demonstran skrg hanya bisa merusak dan tak menghasilkan apapunnn
    apakah ada orang yang seperti soe skrag ini…
    saya merindukannya

  9. empik embik-embik says:

    mas,…aksih trau dunk tentang buku Soe Hok Gie… Aku nbyari sampe skarang blm nemu… ato bukunyaq mas buat aku ya… nanti tak ijoli duwit… kirim ke IKSAPALA SMA Negeri 1 Kebumen jalan Mayjend Soetoyo 7 Kebumen….a.n. Ikhwan Taufik kelas XI IPA 4.

  10. @ Taufik

    Mohon maaf aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Aku sendiri mencari beberapa buku tersebut. Coba kamu cari di toko buku terdekat dengan tenpat tinggal kamu. Setahuku, buku catatan seorang demonstran sudah di cetak oleh KPG. Nah, untuk buku yang lain kamu bisa cari langsung di penerbitnya. Sayangnya, sampai sekarang aku belum mendapatkannya… :p

  11. bangkit says:

    aku mank ngga kenal dekat ma Soe, tapi aku, jujur, senang bisa tau sosok idealis nan keras kepala itu. aku juga malah jadi malu sendiri kalau baca pemikirannya dan semua yang udah dilakuinnya selama hidupnya yang terbatas itu. apa yang udah aku lakuin sebagai mahasiswa? pertanyaan itu terus muncul di otakku.
    mungkin dalam kesempatan ini, aku mank pelu ngmong terima kasih ma maxwell buat biografi soe hok-gie
    salam

  12. Halo Bangkit! Terima kasih sudah singgah ke “rumah”ku

    Aku juga kagum dengan pemikiran Soe, sayangnya dia tidak mampu berbuat apapun saat menyaksikan temannya kemudian menjadi penguasa. Dia pun mengakui bahwa apa yang dia cita-citakan jauh berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Soe lupa bahwa ada kekuatan lain yang berada di balik gerakan mahasiswa pada ’66.

    Yang harus jadi catatan, bahwa Soe tetap konsisten dengan mengkritik pemerintahan, walaupun dia berkontribusi di dalamnya. Itulah oposan sejati.

    Sayangnya, catatannya selama peristiwa ’65 tidak diungkap, bagaimana Soe kemudian menghadapi sebuah dilema. Perubahan yang diimpikannya ternyata memakan begitu banyak korban orang yang tidak bersalah.

    Yang bisa kita lakukan sekarang sangat sederhana; tetap kritis dan bebrbuat untuk Negara ini!

  13. ikhsan says:

    mantappppp ………………………………

  14. ramon says:

    gie adalah seorang yang pandai dalam mencetuskan setiap kata kata dan pemikiran dia

  15. hari says:

    mohon bantuan tentang informasi buku-bukunya soe hok gie..
    terimakasih.

  16. Halo Hari, terima kasih sudah singgah di ‘rumahku’ yang sederhana. Untuk “Catatan Seorang Demonstran” bisa kamu dapatkan di Gramedia. Buku “orang-orang Di Persimpangan Jalan” sudah diterbitkan lagi oleh Bentang Pustaka.

    “Dibawah Lentera Merah” kamu bisa unduh di pranala di atas.

  17. aaajjjiiippp dah pko’a …
    minta puisi yang cinta dund dri ALM SOEHOKGIE ,,
    boleh kn ??

  18. Seorang yang ingin seperti Soe says:

    Tolong beritahu saya di mana bisa mendapatkan buku-buku beliau, selain Di Bawah Lentera Merah, saya belum punya. Terima kasih.

  19. Sonny says:

    saya udah punya versi pdf “dibawah lentera merah” sama “catatan seorang demonstran”
    tapi susah banget nyari “simpang kiri dari sebuah jalan” sama “zaman peralihan”.
    apalagi toko buku disini gak banyak,dan bacaan2 seperti itu bukan bacaan “umum” buat pangsa pasar.
    mungkin ada yang tau link buat downloadnya?
    terima kasih banyak sebelumnya

  20. anakdpmfk says:

    gw juga lagi cari tu buku.
    orang2 di persimpangan kiri jalan amazaman peralihan.
    yang tau tolong buat link downloadnya ya!!!!
    tthanx

  21. pokemagz says:

    bukan di hilangkan…karena pada periode itu,gie lbih banyak menulis di media cetak, seperti tempo,indonesia raja,mahasiswa indonesia,dll..

    semoga bisa menjawab pertanyaan anda..


  22. pokemagz:

    bukan di hilangkan…karena pada periode itu,gie lbih banyak menulis di media cetak, seperti tempo,indonesia raja,mahasiswa indonesia,dll..

    semoga bisa menjawab pertanyaan anda..

    Terima kasih atas infonya! Meskipun demikian tetap penasaran.

  23. endang setiawan says:

    tolong yang masi ada salinan film gie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *